Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CINTA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Januari 2020

HAI DAN BYE


Seorang teman pernah berkata padaku. “Tujuan hidupku menjadi profesor. Bagaimana menurutmu?” Aku hanya diam sedikit berpikir. Minimal dia tidak berpikir aku mengabaikan pertanyaannya.
“Kau tak akan bahagia.” Kataku.
Dia memasang wajah penuh tanda tanya dan penasaran. Mungkin tersinggung. “Apa yang aneh? Orang banyak bercita-cita. Jadi dokter; jadi teknisi; jadi pebisnis. Apa mereka kau dakwa juga tak akan bahagia?”
“Entahlah. Mari kita buktikan. Waktu masih panjang, bukan?” Itu jawaban diplomatisku.
Dalam hati aku membayangkan betapa jika seorang hanya bertemu untuk sebuah tujuan pribadi. Betapa akan jemunya seorang istri jika suaminya berkata hai lalu meloncat sampai bye. Kita sering lupa ada orang lain dalam semua tujuan kita. Terlalu asyik mencapai tujuan sendiri pasti mengabaikan tujuan orang lain. Jika menikah hanya soal anak saat anak tercapai maka tujuan menikah akan selesai. Jika tujuan ilmu hanya sampai profesor, maka tujuan ilmu sebagai alat faciliter untuk manusia menjadi tidak penting. Bukankah piala itu hanya gelas kosong jika tak didukung oleh kemenangan hakiki? Tapi entahlah. Sekarang bahkan citra bisa diperdagangkan.

Jumat, 01 April 2016

SETIA

Pagi yang cerah. Matahari terang sempurna, tak terhalang mendung atau mega. Di bawah rindang pohon mahoni sebuah halaman sekolah Jhebbhing duduk seorang diri. Pukul 06.30 di sekolah belum terlalu banyak yang datang. Iseng menunggu dan suasana mendukung syahdu membuat novel menjadi alternatif yang tepat menghabiskan waktu. Yah, timbang nganggur.
“Hai, sendirian? Boleh saya duduk bareng?” sebuah suara menarik wajahnya untuk mendongak. Suara yang sangat dia kenal. Setyanto atau Anto. Kakak kelas ganteng, keluarga orang berada, dan yang terpenting cerdas. Pokoknya cool, macho, sempurna. Idaman semua. Orang yang selama ini dekat, akrab dan familiar menjadi penggalan cukup dominan