Pagi-pagi, Kacong duduk minum kopi sambil
mengobrak abrik layar gadget kesayangannya. Mukanya merah menatap tajam
layar LED.
“Bangsat orang-orang Senayan itu!” gerutunya
agak nyaring.
Ba Latip yang sedang merawat burung-burungnya
sedikit mendongak.
“Ada apa Cong? Kok, marah-marah sampai Senayan?
Apa kamu punya urusan dengan orang sana? Setahu Aba kau hanya
mondar-mandir Burneh-Bangkalan, Bangkalan-Burneh. Paling jauh Surabaya. Itu pun
beli buku untuk tugas. Kalau tak ada tugas paling main PS.”
“Ini Ba. Lagi-lagi DPR tertangkap KPK. Makin
banyak saja dari tahun ke tahun. Apa jangan-jangan mereka semua koruptor? Wah, bagaimana
mau maju negara ini kalau dana pembangunannya di korupsi?”
“Lalu?”
“Kalau aku jadi DPR akan kulibas semua. UU KPK
akan kuperkuat. Hukuman koruptor harus diperberat. Dan.....”